Senin, 02 Desember 2013

KOMUNIKASI PENDIDIKAN (TUGAS INDIVIDU)


BAB I
TEORI KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Komunikasi berasal dari kata “Communicare” (bahasa latin) yang artinya memberitahukan. Sedangkan menurut bahasa inggris disebut Communication yang artinya pertukaran informasi konsep, ide, perasaan antara dua atau lebih.
Komunikasi dapat dibagi menjadi :
* Komunikasi satu arah
Yaitu komunikasi yang tidak memberi kesempatan pada pendengar untuk memberikan tanggapan/sanggahan.
Contoh : siaran radio, tv, Koran
* Komunikasi dua arah
Yaitu komunikasi yang memberikan kesempatan pada pendengar untuk memberikan tanggapan/sanggahan
Contoh nya : pertemuan musyawarah, diskusi
Komunikasi terbagi 2, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal

Di dalam komunikasi verbal dibedakan lagi, yaitu komunikasi verbal menggunakan vokal, seperti : bahasa lisan. Komunikasi verbal nonvocal seperti : bahasa tertulis
Komunikasi nonverbal juga dibedakan lagi, yaitu komunikasi nonverbal menggunakan vocal seperti desah, jeritan, menggumam, menggerutu, kualitas vocal. Komunikasi nonverbal nonvocal seperti gerakan, penampilan, ekpresi wajah.

Komunikasi Verbal adalah proses penyampaian pikiran, pesan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol yang menggunakan satu kata maupun lebih sebagai medianya. Media yang sering dipakai yaitu bahasa. Karena, bahasa mampu menerjemahkan pikiran seseorang kepada orang lain.

Jenis komunikasi verbal :
1.        Berbicara dan menulis
Bericara adalah komunikasi verbal-vokal. Sedangkan menulis adalah komunikasi verbal-nonvocal. Contoh komunikasi verbal-vocal adalah presentasi dalam rapat dan contoh komunikasi verbal-nonvocal adalah surat-menyurat bisnis.
2.        Mendengarkan dan membaca
Mendengar dan mendengarkan berbeda, mendengar berarti semata-mata memungut getaran bunyi sedangkan mendengarkan adalah mengambil makna dari apa yang di dengar. Mendengarkan melibatkan 4 unsur, yaitu mendengar, memperhatikan, memahami dan mengingat. Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis.

Komunikasi Nonverbal adalah kebalikan dari komunikasi verbal yaitu proses penyampaian pesan kepada orang lain dengan tidak menggunakan kata-kata. Semua gerakan tubuh manusia mempunyai suatu makna dan tidak ada gerakan yang kebetulan. Contoh: mengangkat alis diartika tidak percaya, memukul dahi karena lupa sesuatu, mengetuk-ngetukkan jari tanda tak sabar.


Jenis-jenis komunikasi nonverbal :
1.        Sentuhan , sentuhan sebagai komunikasi verbal
Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.

2.        Kronemik, penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).

3.        Gerakan tubuh, meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh.
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.

4.        Proxemik, yaitu jarak, tempat atau lokasi posisi
Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
· Jarak intim
Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
· Jarakpersonal
Jarak yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
· Jaraksosial
Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
· Jarakpublik
Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga

5.       Vokalik, unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara bicara
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.[5]

6.    Lingkungan, diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna. Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna

Perbedaaan komunikasi verbal dan nonverbal menurut Malandro dan Barker
a.   komunikasi verbal terstruktur >< sedangkan komunikasi nonverbal tidak struktur
Komunikasi verbal sangat terstruktur dan mempunyai hukum atau aturan-aturan tata bahasa. Dalam komunikasi nonverbal hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali struktur formal yang mengarahkan komunikasi. Kebanyakan komunikasi nonverbal terjadi secara tidak disadari, tanpa urut-urutan kejadian, yang dapat diramalkan sebelumnya. Tanpa pola yang jelas, perilaku nonverbal yang sama dapat memberi arti yang berbeda pada saat yang berlainan.
b.  komunikasi verbal bersifat Linguistik >< sedangkan komunikasi nonverbal bersifat Nonlinguistik
Linguistik adalah ilmu yang mempelajari anal usul, struktur, sejarah, variasi regional dan ciri-ciri fonetik dari bahasa. Dengan kata lain, linguistik mempelajari macam-macam segi bahasa verbal, yaitu suatu sistem dari lambang-lambang yang sudah diatur pemberian maknanya. Sebaliknya. pada komunikasi nonverbal, karena tidak adanya struktur khusus, maka sulit untuk memberi makna pada lambang. Belum ada sistem bahasa nonverbal yang didokumentasikan, walaupun ada usaha untuk memberikan arti khusus pada ekspresi-ekspresi wajah tertentu. Beberapa teori mungkin akan memberikan pengecualian pada bahasa kaum tuna-rungu yang berlaku universal, sekalipun ada juga lambang-lambangnya yang bersifat unik.
c.   komunikasi nonverbal bersifat Sinambung (continuous) >< komunikasi verbal Tidak Sinambung (discontinuous)
Komunikasi nonverbal dianggap bersifat sinambung, sementara komunikasi verbal didasarkan pada unit-unit yang terputus-putus. Komunikasi nonverbal baru berhenti bila orang yang terlibat di dalamnya meninggalkan suatu tempat. Tetapi selama tubuh, wajah dan kehadiran kita masih dapat dipersepsikan oleh orang lain atau diri kita sendiri, berarti komunikasi nonverbal dapat terjadi. Tidak sama halnya dengan kata-kata dan simbol dalam komunikasi verbal yang mempunyai titik awal dan akhir yang pasti.

d.  komunikasi verbal didapat dengan cara Dipelajari >Komunikasi Nonverbal didapat dengan hasil mengamati dan mengalaminya
Jarang sekali individu yang diajarkan cara untuk berkomunikasi secara nonverbal. Biasanya is hanya mengamati dan mengalaminya. Bahkan ada yang berpendapat bahwa manusia lahir dengan naluri-naluri dasar nonverbal. Sebaliknya komunikasi verbal adalah sesuatu yang harus dipelajari.
e.   komunikasi verbal diproses oleh otak bagian Kiri >< komunikasi nonverbal diproses oleh otak bagian kanan
Pendekatan neurofisiologik melihat perbedaan dalam pemrosesan stimuli verbal dan nonverbal pada diri manusia. Pendekatan ini menjelaskan bagaimana kebanyakan stimuli nonverbal diproses dalam bagian otak sebelah kanan, sedangkan stimuli verbal yang memerlukan analisis dan penalaran, diproses dalam bagian otak sebelah kiri. Dengan adanya perbedaan ini, maka kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan berbeda pula.



Macam-macam komunikasi
Komunikasi yg dipergunakan ada dua macam :
1.
Komunikasi tertulis
Komunikasi tertulis adalah komunikasi menggunakan lambang, huruf, misalnya jika akan menyampaikan pesan melalui surat biasanya menggunakan huruf-huruf atau abjad, dsb.

Kelebihan komunikasi secara tertulis :

1. Dapat disebarkan seluas-luasnya
2. Dapat lebih tegas dan jelas
3. Mempunyai daya tahan yg lama
Kelemahan komunikasi secara tertulis :
1. Tidak ada penjelasan lebih lanjut selain tertulis
2. Tidak semua hal yg dikomunikasikan secara tertulis
3. Penerima komunikasi tidak jelas menerima pesan yg dimaksuad

2
. Komunikasi lisan
Komunikasi lisan adalah komunikasi berbentuk pembicaraan langsung, seperti diskusi, ceramah, dsb .
Kelebihan komunikasi secara lisan :
1. Dapat menimbulkan komunikasi timbale balik secara langsung
2. Dapat memberi penjelasan secara rinci
3. Dapat menimbulkan partisipasi secara langsung
Kelemahan komunikasi secara lisan :
1. Memerlukan penyesuaian di dalam berkomunikasi
2. Memerlukan penjelasan lebih terperinci
3. Tidak dapat di pakai sebagai dokumentasi tertulis
Unsur-unsur komunikasi
- Komunikator, adalah seorang yg menyampaikan pesan atau informasi
- Komunikan, adalah seseorang yg menerima pesan atau informasi
- Pesan, adalah berita yg mengandung arti
- Media, saluran/sarang yg menunjang pesan bila komunikan jauh tempatnya/banyak jumlahnya
- Efek/feedback, adalah pengaruh dari adanya pesan



Syarat-syarat berkomunikasi
- Pesan yg disampaikan hendaknya dapat membangkitkan keinginan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperolehnya.
- Pesan yg disampaikan harus di rancang terlebih dahulu dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian sasaran yg dimaksud.
- Pesan yg disampaikan harus menggunakan tanda-tanda yg disesuaikan dengan pengalaman yg sama antara yg member pesan dan orang yg menerima pesan, sehingga sama-sama mengerti.
- Pesan yg disampaikan hendaknya mewujudkan dan menunujukan suatu jalan untuk memperoleh keinginan yg layak.
Menurut Communicative Skill (Air University USA), komunikasi adalah suatu proses yg mempunyai tiga komponen, yaitu :
a. Komunicator, adalah seseorang yg memindahkan arti
b. Simbol, adalah untuk memindahkan arti
c. Penerima, adalah seseorang yg menerima symbol dan menterjemahkan arti
Hambatan-hambatan dalam komunikasi
o Kurangnya pengetahuan
o Berbeda latar belakang pendidikan antara komunikator dengan komunikan
o Tidak/kurang mendalami teknologi komunikasi
o Adanya penafsiran bahasa yg salah/berbeda
o Jarak antara komunikator dengan komunikan
o Melakukan komunikasi yg panjang dan bertele-tele
o Pengaruh panca indra
o Kurang/tidak saling mengenal tradisi masing-masing


1.2 Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli


Onong Cahyana Effendi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)

Harold Laswell
Komunikasi adalah gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada siapa, dan apa efeknya.

Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.

Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.

New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.

Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.

Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.

Hovland, Janis dan Kelley
Komunikasi merupakan proses individu mengirim rangsangan (stimulus) yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses.


Louis Forsdale
Menurut Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.

William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.



1.3  Pengertian komunikasi pendidikan

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkomunikasi, karena sebagai makhluk sosial manusia memiliki kebutuhan untuk saling berhubungan satu sama lainnya, dan ini dilakukan melalui komunikasi. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Komunikasi di maksudkan untuk menyampaikan pesan, pengetahuan, perasaan, dan pengalaman kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung, dan komunikasi dapat dikatakan efektif bila ada kesamaan makna dan bahasa yang dipakai oleh komunikator kepada komunikan sehingga apa yang di inginkan oleh komunikator dapat di mengerti oleh komunikan, serta memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator. Komunikasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan manusia, seperti yang di kemukakan oleh Waltzlawick, Beavin, dan Jackson “You cannot not communicate” yang artinya ”anda tidak dapat tidak berkomunikasi” (Mulyana 2000:54)
Sedangkan makna komunikasi pendidikan secara sederhana adalah komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan. Disini komunikasi tidak lagi bebas tetapi dikendalikan dan dikondisikan untuk tujuan-tujuan pendidikan.
Berdasarkan uraian diatas, maka komunikasi pendidikan adalah suatu tindakan yang memberikan kontribusi yang sangat penting dalam pemahaman dan praktik interaksi serta tindakan seluruh individu yang terlibat dalam dunia pendidikan.

B. Fungsi komunikasi pendidikan

Dalam suatu organisasi komunikasi mempunyai beberapa fungsi. Hal ini sebagaimana menurut Efendi bahwa fungsi komunikasi adalah :
  • Fungsi Informatif
Maksudnya,komunikasi berfungsi memberi keterangan, memberi data atau fakta yang berguna bagi segala aspek kehidupan manusia. Dengan melalui komunikasi maka apa yang ingin disampaikan oleh guru kepada muridnya dapat diberikan dalam bentuk lisan ataupun tertulis.
  • Fungsi Edukatif
Maksudnya,komunikasi berfungsi mendidik masyarakat, mendidik setiap orang dalam menuju pencapaian kedewasaan bermandiri. Seseorang bisa banyak tahu karena banyak mendengar, banyak membaca dan banyak berkomunikasi.
  • Fungsi Persuasif
Maksudnya ialah bahwa komunikasi sanggup “membujuk” orang untuk berperilaku sesuai dengan kehendak yang diinginkan oleh komunikator. Membangkitkan pengertian dan kesadaran komunikan, baik bersifat motivasi maupun bimbingan, bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya adalah atas kehendak sendiri(bukan dipaksakan). Perubahan tersebut diterima atas kesadaran sendiri

  •  Fungsi Rekreatif
Dapat menghibur orang pada saat yang memungkinkan. Seperti , Mendengarkan dongeng, membaca bacaan ringan.

C. Unsur – Unsur komunikasi pendidikan
Oteng sutrisna mengemukakn bahwa dalam proses komunikasi tentunya memerlukan unsur – unsur komunikasi yaitu :
  1. Harus ada suatu sumber, yaitu seorang komunikator yang mempunyai sejumlah kebutuhan, ide atau informasi untuk diberikan. Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen dan sejenisnya.
  2. Harus ada suatu maksud yang hendak dicapai yang umumnya bisa dinyatakan dalam kata –kata pembuatan yang oleh komunikasi diharapkan akan dicapai.
  3. Suatu berita dalam suatu bentuk diperlukan untuk menyatakan fakta, perasaan, atau ide yang dimaksud untuk membangkitkan respon dipihak orang – orang kepada siapa berita itu ditujukan.
  4. Harus ada suatu saluran yang menghubungkan sumber berita dengan penerima berita.
  5. Harus ada penerima berita. Akhirnya harus ada umpan balik atau respon di pihak penerima berita. Umpan balik memungkinkan sumber berita untu mengetahui apakah berita itu telah diterima dan diinterpretasikan dengan benar atau tidak.
Komunikasi yang efektif merupakan salah satu perbuatan yang paling sukar dan kompleks yang pernah kita lakukan. Adapun unsur- unsur yang terdapat dalam proses komunikasi, yaitu
  • Pengirim pesan (komunikator)
Manusia yang berakal yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan pesan komunikasinya. Dilihat dari jumlahnya, komunikator dapat terdiri dari satu orang, banyak orang atau lebih dari satu orang dan massa.
Pesan merupakan keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Dalam pendidikan biasanya berupa materi pelajaran. Komunikator adalah orang yang menyampaikan lambang-lambang bermakna atau pesan yang mengandung ide, informasi, opini, kepercayaan dan perasaan kepada orang lain (Effendy, 1986:66). Fungsi komunikator adalah pengutaraan pikiran dan perasaannya dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan mnjadi tahu atau berubah sikap, pendapat, atau perilakunya
Kepercayaan kepada komunikator ditentukan oleh keahliannya dan dapat tidaknya ia dipercaya. Kepercayaan kepada komunikator mencerminkan bahwa pesan yang diterima oleh komunikan dianggap benar dan sesuai dengan kenyataan. Pada umumnya komunikator dianggap sebagai ahli, apakah keahliannya itu bersifat umum seperti yang timbul dari pendidikan yang lebih baik atau status sosial atau jabatan profesi yang lebih tinggi.


  • Penerima pesan (komunikan)
Komunikan adalah pihak yang menerima hubungan dari komunikator.
  • Pesan
Pesan adalah segala sesuatu, verbal atau nonverbal yang disampaikan komunikator pada komunikan untuk mewujudkan motif komunikasinya. Komunikasi nonverbal disini adalah komunikasi yang lazim dengan mengunakan suara, mimic, dan gerak –gerik. Sedangkan verbal adalah pesan yang menggunakan bahasa lisan dan tulisan. . Pesan ini mempunyai inti dari pesan yang sebenarnya menjadi pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku konsumen.
Pesan itu diusahakan dengan memakai bahasa, simbol atau lambang yang sudah dipahami oleh komunikan maupun komunikator itu sendiri, sehingga salah pengertian (miscommunication) dapat dihindari. Selain soal bahasa yang dipergunakan, pesan itu seharusnya “membangkitkan kebutuhan atau keuntungan pihak komunikan”. Karena itu komunikator harus mampu melihat kebutuhan sesamanya di samping kebutuhannya sendiri.
Bila digambarkan maka model unsur komunikasi tersebut dapat digambarkan dalam bentuk sebagai berikut :


Komunikator Pesan Komunikan.
Adapun dalam unsur-unsur pendidikan itu pun melibatkan komunikasi yang terdiri dari :
  1. Subjek yang dibimbing (peserta didik) yang dimana dalam proses komunikasi berperan sebagai komunikan yang dimana menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator (pendidik).
  2. Orang yang membimbing (pendidik) yang dimana dalam proses komunikasi berperan sebagai komunikator yang menyampaikan pesan/ informasi yang biasanya berupa materi pelajaran.
  3. Interaksi antara peserta didik (komunikan) dengan pendidik (komunikator).
  4. Ke arah mana bimbingan di tujukan (tujuan pendidikan). Tujuan pendidika juga sangat di pengaruhi oleh apakah komunikasinya berjalan efektif atau tidak.
  5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
  6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode) merupakan proses komunikasi berlangsung dalam artian bagaimana merode pengajaran yang dilakukan. Peserta didik akan dapat menangkap materi pelajaran jika komunikasi berjalan dengan efektif.
  7. Tempat di mana peristiwa berlangsung (lingkungan pendidikan).
      •  




Komunikasi Pendidikan Menurut Para Ahli
1.    DELTON.E,Mc.FARLAND
Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia

2.    WILLIAM.ALBIG
Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan


3.    Menurut Roben.J.G .
komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan

4.    Menurut Davis.
komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain 
5.    Everet M. Rogers: komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku





BAB  II
STRUKTUR KOMUNIKASI PENDIDIKAN

PRINCIPLE
ADMINISTRATION
VICE PRINCIPLE
TEACHER
SECURITY
PUBLIC
PARENTS
STUDENTS
FRIENDS
 



                                                    

BAB III
MASALAH DAN SOLUSI
A.  MASALAH
2.1 Masalah-Masalah Yang Terjadi
1.    Principal Problem (masalah kepala sekolah)
a.    Korupsi,Kolusi dan Nepotisme
b.    Tidak Aktif bekerja bahkan tidak tahu tugas kepala sekolah.
c.    Tidak pernah supervisi dan evaluasi proses pembelajaran pada guru.
d.    Terkadang tidak mencontohkan akhlak yang baik pada bawahan (Guru).
e.    Kurangnya kemampuan bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah

2.    Vice Principal Problem
a.    Wakasek cuman hanya formalitas disekolah tanpa mengetahui tugas-tugas/fungsi-fungsi dan tanggungjawabnya.
b.    Melakukan Kolusi dengan kepala sekolah

3.    Teacher Problem
a.    STRUK (Suka Terlambat Untuk masuk Kelas)
b.    KUDIS (Kurang Disiplin)
c.    KURAP (Kurang Rapih)
d.    PROSTAT (Program dan Strategi tidak dicatat). Ketika KBM tidak disertai Silabus dan RPP, tanpa dilengkapi program dan strategi mengajar yang ditulis sistematis.
e.    GINJAL (Gaji Nihil Jarang Aktif dan Lambat)
f.     TBC ( Tidak Bisa Computer)
g.    Lesu (Lemah Sumber)
h.    Mengajar tidak sesuai latar pendidikannya.
i.      Kurang komunikasi (Apatis) dengan orang tua peserta didik.

4.    Administration Problem
a.    Kurang menguasai tentang administrasi sekolah.
b.    Pengangkatannya asal-asalan tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dan kwalitasnya.
c.    Malas bekerja dan terkadang tidak disiplin.

5.    Security Problem
a.    Terkadang tidak mempunyai rasa tanggung jawab terhadap sekolah.
b.    Tidak tegas kepada siswa yang sering terlambat datang kesekolah.





6.    Student Problem.
a.    Malas belajar
b.    Tidak disiplin dan berakhlak jelek.
c.    Tidak menghormati guru
d.    Tawuran ( student Fight) dan membuat peergroup
e.    Seks bebas dan penyalahgunaan narkoba


7.    Parents problem
a.    Kurangnya perhatian dan pengawasan terhadap anaknya.
b.    Menyerahkan sepenuhnya mendidik anaknya kepada guru disekolah.

8.    Friends Problem
a.    Mengajak temannya melakukan hal-hal yang tidak baik.
b.    Memperkenalkan temannya kepada narkoba.

9.    Public Problem
a.    Acuh terhadap siswa karena merasa bukan tanggungjawabnya,
b.    Tidak pernah melapor kepada pihak sekolah apabila melihat ada siswa yang melakukan tindakan yang kurang baik.




B.  SOLUSI

2.2 .Solusi-Solusi
1. Solusi untuk masalah kepala sekolah
1.    Berbicara kepada sekolah bahwa korupsi selain merugikan sekolah,negara,juga akan merusak citra kepala sekolah dan kepala sekolah harus sadar dan tidak akan mengulanginya lagi.
2.    Memberikan masukan bahwa kinerja kepala sekolah harus bagus,disiplin dan harus tahu apa yang harus dikerjakan dan fungsi kepala sekolah itu sendiri.
3.    Diantara salah satu Tugas kepala sekolah yaitu mensupervisi dan mengevaluasi tenaga pendidik minimal setahun 2 kali.dan itu harus dilakukan karena untuk mengetahui kinerja dan kwalitas pendidik ketika dalam proses pembelajaran.
4.    Kepala sekolah harus disiplin,berani,tegas,jujur dan tanggung jawab,karena kepala sekolah sebagai Leader yang mana dia akan jadi panutan bagi semua warga sekolah.
5.    Selain aktif disekolah,kepala sekolah juga harus bisa berbaur dengan masyarakat luas,harus bisa bekerja sama dengan masyarakat dalam rangka untuk memajukan sekolah;
2. Solusi untuk wakil kepala sekolah
1. Sebagai Wakasek harus bisa bekerja jangan cuman formalitas sebagai wakasek,yang hanya      bisa menerima gaji tambahan dari kepala sekolah
2.Jangan mengikuti langkah kepala sekolah jika itu tidak baik dan merugikan sekolah;
3. Solusi untuk guru
1. Sebagai guru anda harus memberi contoh yang baik,anda saja masuk sudah terlambat dan bagaimana dengan murid anda jika anda  seperti itu;
2. Kurang disiplin waktu,kerapkali persolan yang utama,bercermin diri dari kesalahan dan jangan mengulanginya;
3. Cerminkan bahwa anda sebagai seorang pendidik,yang harus percaya diri dan bangga menjadi pendidik,jangan berpakaian compang-camping seperti layaknya bukan seorang pendidik;
4. Bagaimana anda mengajar dengan baik sedangkan anda sendiri saja tidak membawa  dan tidak menguasai dan bahkan tidak mengetahui panduan pembelajaran (Silabus&RPP),buat Silabus RPP dan kuasai pada setiap SKKD dan indikator-indikatornya demi lancarnya proses pembelajaran dan mendapatkan hasil yang memuaskan;
5. Jangan karena gaji anda malas aktif disekolah,anda sebagai pahlawan tanpa tanda jasa harus belajar ikhlas,sabar dan bertanggung jawab;
6.    Sudah menjadi bagian penting bagi seorang guru bisa menguasai komputer karena dituntut perkembangan zaman yang mengharuskan seorang guru tidak gagap tekhnologi,cara dengan belajar sendiri dirumah dan bahkan mengikuti kursus-kursus komputer;
7.    Pergunakan buku dari berbagai sumber,sebagai penunjang aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran;
8.    Mengajar sesuai latar pendidikan akan berpengaruh pada proses pembelajaran,karena itu diwajibkan pendidik itu bersertifikat dan mengajar sesuai latar pendidikannya;
9.    Supaya hasil pembelajaran efektif maka sebagai guru mewajibkan orangtua juga harus ikut andil,dengan caranya yaitu diadakan rapat orang tua siswa;

4. Solusi untuk administrator
1. Menguasai komputer adalah salah satu tugas administrator,mau tidak mau anda harus   bisa mengoprasikannya demi kelancaran administrasi sekolah
2.Latar belakang akan mempengaruhi ke profesionalan anda,jadi maaf anda harus komunikasi dengan kepala sekolah yang mengangkat anda supaya ditinjau kembali,karena latar belakang anda tidak sesuai dengan pekerjaan anda.
3.Malas bekerja salah satu yang harus anda ubah untuk bisa lagi kerja yang lebih profesional.
5. Solusi Untuk Siswa
1. Belajar adalah tugas utama dari seorang siswa,rajin belajar dirumah dan disekolah biar kamu cerdas .
2.Ubah perilaku tidak disiplin dan berakhlak jelek,patuhi tata tertib sekolah dan patuhi norma-norma agama.
3.Menghormati guru,salah satu tugas utama kamu sebagai siswa,selagi itu positif,ikuti semua yang diperintahkan oleh guru.
4.Tawuran ? Sebagai pelajar apa sikaf ini berdampak baik untuk kamu ? kamu adalah seorang yang terdidik,tau mana yang salah dan yang benar,tawuran adalah salah satu akhlak yang tidak terpuji,jauhi dan hindari aksi konyol tersebut.
5.Perlihatkan bahwa kamu adalah seorang pendidik,Free sex dan narkoba adalah hal yang dilarang oleh agama dan negara,jauhi dan hindari,lebih bisa mendekatkan diri kepada tuhan.
6. Solusi untuk Orang tua
1. Bapak dan Ibu dari wali murid,tolong perhatikan putra-putri ibu didalam rumah maupun diluar rumah,perhatikan dia bergaulnya sama siapa dan aktivitasnya.
2.Disekolah siswa  memang tanggung jawab guru sepenuhnya,tapi mohon maaf ketika siswa sudah keluar dari jam sekolah itu sudah menjadi tanggung jawab bapak dan ibu,mohon kesadaran dan perhatiannya.
7. Solusi untuk Teman
1. Tolong anda sebagai temannya,jangan mengajak dia kepada hal-hal yang tidak baik,sebagai temannya sejawatnya,tolong berikan dia arahan yang baik supaya tidak mengganggu aktivitas dia sebagai pelajar.
2.Jangan mengenalkan teman anda kepada NARKOBA maupun zat-zat atau obat-obat terlarang,jika anda mau mengajak teman anda melakukan hal-hal yang dilarang,jauhi dia dan jangan pernah mencoba mengajaknya,jika anda tidak mau ditindak secara hukum.
8. Solusi untuk masyarakat.
1. Dimohon kepada semua masyarakat,khususnya yang dekat dengan sekolah ini,diharapkan tidak acuh terhadap siswa maupun warga sekolah karena merupakan tanggung jawab kita bersama.
2. Jika melihat tindakan siswa  yang tidak wajar,dimohon jika ada masyarakat yang melihat siswa tersebut tolong dilaporkan kepada pihak sekolah,karena pihak sekolah akan menindak lanjutinya,





BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN
Komunikasi merupakan terjemahan kata communication yang berarti perhubungan atau perkabaran. Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communication dari kata dasar communis yang artinya sama. Secara terminologis, komunikasi diartikan sebagai pemberitahuan sesuatu (pesan) dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan media. Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat. Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Disebut juga dengan informasi kependidikan dan komunikasi pendidikan, sebab terjadinya komunikasi memang di dunia pendidikan. Pengertian lengkapnya memang tidak bisa dijelaskan hanya menggunakan betasan-batasan ringkas saja, karena seperti pengertian komunikasi umumnya, tidak mungkin dibuatkan definisinya secara ringkas, tunggal, dan tegas. Komunikasi pendidikan pun demikian, meskipun dalam hal ini sudah disentuhkan ke dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan proses yang panjang, yang melibatkan banyak unsur seperti pendidik, administrator pendidikan, proses, komunikasi, peserta didik, pesan-pesan atau informasi pendidikan, dan adanya tujuan-tujuan yang dicapai dari proses pendidikan dimaksud.
Komunikasi terbagi 2, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal
Di dalam komunikasi verbal dibedakan lagi, yaitu komunikasi verbal menggunakan vokal, seperti : bahasa lisan. Komunikasi verbal nonvocal seperti : bahasa tertulis
Komunikasi nonverbal juga dibedakan lagi, yaitu komunikasi nonverbal menggunakan vocal seperti desah, jeritan, menggumam, menggerutu, kualitas vocal. Komunikasi nonverbal nonvocal seperti gerakan, penampilan, ekpresi wajah.


3.2 SARAN
Setelah tadi dijelaskan secara rinci oleh saya,masalah-masalah yang memang sering terjadi di luar maupun yang terjadi didalam  lingkungan sekolah,diantaranya masalah personal siswa,guru,kepala sekolah,wakil kepala sekolah,kepala tata usaha (administrator),orang tua siswa,teman siswa maupun masyarakat ,ditemukan masalah-masalah yang sangat tidak baik,buruk dan bahkan bisa menghilangkan citra pendidikan,saya sarankan kepada semua yang terlibat dalam masalah ini,dimohon kesadaran,profesionalitas dalam bekerja,disiplin,jujur,berani dan tegas dan perhatian lebih terhadap pendidikan,demi terciptanya pendidikan yang lebih maju dan bisa bersaing dengan negara lain,mari kita sama-sama bersatu dalam berbangsa khusunya dalam mendidik putra dan putri kita karena masa depan ini ada ditangan-tangan mereka,karena warga negara yang baik adalah mereka yang bisa melanjutkan perjuangan-perjuangan pendahulu bangsa salah satu nya dengan mengisi kemerdekaan ini dengan pendidikan,dan ini juga sudah diamanatkan didalam Pembukaan dan UUD 1945 NKRI.Mudah-mudahan saran dan masukan dari saya bisa diterima.(Muhamad Apen Supendi).










Tidak ada komentar:

Posting Komentar